another form of missing you, all of you
>> Minggu, 15 Februari 2009
ketika sang fajar menyemburatkan mentari
saat tidurku masih terbawa mimpi
saat hembusan nafas yang kuhela memasuki setiap rongga dada
saat mataku mulai memperlihatkan dunia
saat itulah ak tersadar
saat itulah ak berharap
mungkinkah ini di rumah?
mungkinkah ini hawa yg dulu ak rasakan tiap pagi?
dan ketika kesadaran menguasaiku
ak tahu kalau ak mengerti
rumah jauh dari sini
rumah yang dulu melindungi kita, bukan?
rumah yang dulu kita tinggalkan?
dan setiap langkah yang kujalani
langkah-langkah tak terukur yang kian jauh
ak hanya bisa berharap
ya Allah, dapatkah ak melihat langit malam-Mu dari rumah lagi?
dan setiap suara yg kuperdengarkan
suara-suara yg selalu menggenangi jiwaku
ak hanya bisa bertanya
bisakah ak merasakan lagi perasaan itu?
sebuah semangat berbeda yg dulu ak miliki
dalam setiap kata yg ak tuliskan
kata-kata yg terlalu dangkal dalam pikiran
itu hanya sebuah pintu untuk suatu perasaan
perasaan dalam setiap pikiran yg ak pikirkan
mungkin, ak memang bukanlah seorang penyair
dan memang ak bukan seorang pencipta lagu
ak cuma seorang biasa
yg mempunyai, selalu mepunyai harapan untuk kembali ke rumah
sebuah harapan yg selalu menyemangati dalam setiap langkah dan nafas yg kuhela
sebuah harapan yg selalu membawaku ingin melangkah mendekatinya
sungguh, ak benar2 berharap bisa merasakan lagi hawa itu
dan setiap ucapan syukur yg ak katakan
ak tujukan untuk setiap semangat yg masih Engkau berikan
bahwa ak masih bisa menikmati kasih sayangMu
meski di dalam ak masih, sungguh masih berharap


0 komentar:
Posting Komentar